When you run so fast to get somewhere, you miss the fun of getting there.
Life is not a race, so take it slower.
Hear the music before the song is over.
You are part of the puzzle of someone else's life.
You may never know where you fit but others will fill the holes in their lives with pieces of you.
So if you run out of reasons to live, remember that someone else's life may never be complete without you in it.

Monday, July 6, 2015

STANDAR AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Teori Akuntansi

     STANDAR AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

STANDAR AKUNTANSI

PENGERTIAN DAN SUMBER STANDAR AKUNTANSI

Standar Akuntansi adalah kerangka dasar konseptual ini terdiri dari standar (teknik, prinsip) dan praktik yang sudah diterima oleh umum karena kegunaannya dan kelogisannya. di Indonesia berlaku Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Standar ini menjelaskan transaksi apa yang harus dicatat, bagaimana mencatatnya, dan bagaimana mengungkapkannya dalam laporan keuangan yang akan disajikan

Alasan-alasan yang mendasari pentingnya standar akuntansi yang baik, adalah: (Belkaoui, 1985)
  1. Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, kinerja, dan kegiatan operasional perusahaan.
  2. Memberi pedoman dan aturan  bagi akuntan publik.
  3. Memberikan database kepada regulator tentang berbagai informasi yang dianggap penting
  4. Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan standar akuntansi.
  5. Memberikan acuan bagi pemerintah dalam menetapkan besarnya pajak penghasilan yang terutang.

Di Indonesia, yang berwenang menyusun Standar Akuntansi adalah Dewan Standar Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang berada di bawah naungan IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia). 



Rerangka Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia:



HUBUNGAN STANDAR AKUNTANSI DENGAN PERANGKAT PERATURAN LAINNYA

Wednesday, May 20, 2015

JURNAL ACUAN PENULISAN SKRIPSI

Tugas Softskill 3

Daftar Jurnal Acuan Penulisan Skripsi


1. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) dalam Website Perusahaan
Lestari, H.S. dan Anis Chariri. 2007. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pelaporan Keuangan melalui Internet (Internet Financial Reporting) dalam Website Perusahaan. Working Paper. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (tidak dipublikasikan).

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia
Prasetya, Mellisa dan Soni Agus Irwandi. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. The Indonesian Accounting Review, Vol. 2, No. 2, hlm. 151-158
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela (Internet Financial and Sustainability Reporting)
Almilia, Luciana Spica. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela (Internet Financial and Sustainability Reporting). Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, Vol. 12 No. 2, Pp 1-31.

Sunday, May 3, 2015

PT MERCK Tbk Indonesia (Laporan Keuangan 2009-2013)

PT Merck Tbk Indonesia


PT Merck Tbk Indonesia
Didirikan pada tahun 1970, PT Merck Tbk menjadi perusahaan publik pada tahun 1981, dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Sebagian besar saham dimiliki oleh Grup Merck yang berkantor pusat di Jerman dan merupakan perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia. Untuk informasi lebih lengkap mengenai kantor pusat kami, Anda dapat mengunjungi www.merck.de

PT Merck Tbk merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang farmasi dan kimia di Indonesia.
  • Di bidang farmasi, kami memproduksi dan menjual merek-merek farmasi ternama seperti Neurobion®, Sangobion® dan Glucophage® dengan fasilitas bersertifikat cGMP.
  • Pada bidang kimia, Merck memasarkan berbagai jenis bahan kimia, zat warna, serta berbagai spesialisasi kimia lainnya.
Jaringan distribusi kami yang luas menjamin ketersediaan produk di seluruh Indonesia. Silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lokasi distributor terdekat Anda.
Fakta dan Tokoh
Direktur UtamaMartin Feulner
Jumlah Karyawan800
Produk-produk utama
Merck Serono
(obat dengan resep)
bagian Kardiovaskular (contohnya Concor®), bagian Metabolisme (contohnya Glucophage®), bagian Fertilitas (contohnya Gonal F®), Kesehatan Wanita (contohnya Hemobion®), Onkologi (Erbitux®).
Produk utama Kesehatan Konsumen (produk pengobatan pribadi)Sangobion®, Neurobion®, Becombion®, Seven Seas Orange Syrup® dan masih banyak lagi.
Produk utama - Kimia

      • Efek zat warna untuk percetakan, plastik, lapisan dan industri kosmetik;
      • Perangkat uji untuk analisa air dan air buangan;
      • Pengawasan mikrobiologi dan kehigienisan;
      • Kromatografi;
      • Bioscience;
      • Bahan mentah untuk farmasi dan produksi makanan;
      • Bahan reaksi untuk laboratorium.

Sejarah Singkat PT Merck Tbk Indonesia

1970Pendirian Merck Indonesia
1972Dimulainya Produksi Farmasi
1981Penawaran Saham Kepada Publik
1984Dimulainya Bisnis Kimia
1993Divisi Farmasi Memulai Bisnis Obat Bebas
2006Divisi Farmasi menjadi Merck Serono
2007

- Ekspor Produk Farmasi ke Filipina
- Sertifikasi ISO 14001 & OHSAS 18001
2008

- Peluncuran Nilai-Nilai Merck
- Pemisahan Bisnis Merck Serono dan Obat Bebas
2010Peluncuran Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Klik Hati dan Youth Take Action
2011Peluncuran Merck Millipore

Visi dan Misi

Visi
Kami di PT Merck Tbk, dihargai oleh seluruh pemegang kepentingan karena kesuksesan kami yang berkelanjutan, berkesinambungan, dan di atas pangsa pasar pada bidang yang kami jalankan.
Misi
Kami di PT Merck Tbk memberikan nilai tambah bagi:
  • Pelanggan kami, melalui perluasan kesempatan pada usaha mereka dalam jangka panjang, membentuk kemitraan yang saling menguntungkan.
  • Konsumen kami, melalui penyediaan produk-produk yang aman & bermanfaat.
  • Pemegang Saham kami, melalui pencapaian hasil usaha yang berkesinambungan & berarti.
  • Karyawan kami, melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman & pemberian kesempatan yang sama bagi semua.
  • Lingkungan kami, melalui teladan yang kami berikan dalam bentuk tindakan perlindungan & dukungan bagi masyarakat sekitar.




Berikut ini adalah Laporan Keuangan Tahunan PT Merck Tbk Indonesia periode 2009-2013

Friday, April 3, 2015

Daya Saing Indonesia Dalam Kompetisi Pasar Global: Faktor Sumber Daya Manusia, Produktivitas dan Efisiensi

DAYA SAING INDONESIA DALAM KOMPETISI PASAR GLOBAL: FAKTOR SUMBER DAYA MANUSIA, PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI


Oleh:
PRADIPTYA SURYO PUTRI (25211547 - 4EB01)


Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015 mendatang, Indonesia akan memasuki era baru penerapan perdagangan bebas kawasan Asia Tenggara yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area) dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi dan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia. Tantangan demi tantangan di lapangan, baik dalam proses pembenahan sampai peningkatan harus dihadapi bersama. Profesionalisme dituntut bagi produsen-produsen di Indonesia dalam menjalankan bisnis guna dapat memenangkan kompetisi dari produk yang berasal dari Negara ASEAN lainnya baik dalam memanfaatkan peluang pasar domestik maupun pasar Negara anggota ASEAN lainnya.

Tidak hanya wilayah ASEAN yang sedang sibuk mempersiapkan FTA. Saat ini, negara-negara di dunia tengah bersiap untuk menghadapi suatu era dimana perbatasan negara sudah tidak lagi dianggap penting, yaitu terbukanya pasar dalam negeri bagi produk-produk asing dan serbuan budaya dari negara-negara pengekspor produk-produk asing tersebut.

Sudah siapkah pasar Indonesia menyongsong kompetisi global? Waktu yang tersisa kurang dari setahun lagi. Sudah bukan waktunya mempertanyakan kesiapan Indonesia. Siap atau tidak siap, mau tidak mau, Indonesia telah didorong untuk ikut masuk ke dalam kompetisi pasar global yang ketat sebentar lagi. Yang perlu dipertanyakan sekarang adalah bagaimana Indonesia dapat menyusul ketertinggalannya dalam berbagai kompetensi, dan memanfaatkan MEA sebagai peluang kedepannya dalam memperluas pasar, bahkan tidak hanya di wilayah ASEAN.

Namun, melihat negara-negara lain yang menjadi saingan dalam kompetisi global ini sedikit banyak dapat mengecilkan hati. Jangankan bersaing dengan perusahaan dari negara-negara maju, bersaing dengan perusahaan dari negara-negara berkembang pun sudah menjadi momok perusahaan domestik akan beratnya persaingan. Perusahaan dari negara-negara berkembang, seperti halnya perusahaan-perusahaan asal RRC dan Taiwan telah berhasil menyerbu dan menduduki pasar domestik. Sedangkan perusahaan Indonesia dengan produk-produk andalannya kelihatannya belum mampu ‘mencengkeram’ usahanya di negara lain.

Dengan adanya kompetisi global, memberikan dorongan pada usaha-usaha di Indonesia untuk tetap eksis di tengah persaingan dunia. Pada tulisan ini, penulis senang menyoroti faktor-faktor yang sebenarnya dapat menjadi daya, atau kemampuan, bagi Indonesia untuk bersaing dalam kompetisi pasar global, antara lain faktor sumber daya manusia dan faktor produktivitas dan efisiensi.

Faktor 1: Sumber Daya Manusia

Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Dari segi kuantitas sumber daya manusia, hal ini adalah salah satu keunggulan kompetitif yang dimiliki Indonesia. Namun, apakah keunggulan kuantitatif saja cukup? Pada tingkat kompetisi global, daya saing dan keunggulan kompetitif diperankan sangat kuat oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Dengan kata lain, ini dapat diartikan bahwa sumber daya manusia juga harus unggul dari segi kualitas untuk bisa bersaing.

PELUANG BISNIS INDONESIA DI SEKTOR WOOD-BASED INDUSTRY DENGAN PENEKANAN PADA PRODUK FURNITUR DAN INTERIOR DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015

PELUANG BISNIS INDONESIA DI SEKTOR WOOD-BASED INDUSTRY DENGAN PENEKANAN PADA PRODUK FURNITUR DAN INTERIOR DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015

Oleh:
PRADIPTYA SURYO PUTRI (25211547 — 4EB01)



Cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC Blueprint) sebagai rencana induk pembentukan MEA telah disahkan pada tahun 2007. Target awal realisasi MEA yang seyogyanya disepakati akan terbentuk pada tahun 2020, kemudian dipercepat menjadi tahun 2015. Jika terealisasi, tahun 2015 ini kawasan ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan kesatuan yang berbasis produksi, dimana mobilitas arus barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil akan bergerak bebas antar Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. Pertanyaan yang timbul ketika 2015 tiba adalah, siapkah Indonesia sebagai Negara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan-tantangan yang akan muncul dalam proses pembentukan MEA, mengingat integrasi ASEAN akan berimplikasi dengan kehidupan rakyat Indonesia dan lebih dari 600 juta kehidupan rakyat di kawasan Asia Tenggara? Di samping itu, di sektor bisnis industri, potensi apa yang dapat Indonesia maksimalkan sebagai peluang untuk tumbuh dalam MEA 2015 ini? Apakah Indonesia siap mengikuti budaya persaingan usaha dalam masyarakat terpadu ini? Apakah Indonesia sebagai Negara pelaku usaha ASEAN dapat bersaing dan berintegrasi dengan perekonomian global?

Kesiapan Sektor Industri Produk Berbasis Kayu (Wood-Based) Indonesia Hadapi MEA 2015

Dalam kerjasama ekonomi ASEAN, salah satu sektor utama yang saat ini terus dikembangkan adalah sektor industri. Inilah peluang yang dapat Indonesia manfaatkan mengingat sektor industri manufaktur berbasis sumber daya alam adalah salah satu kekuatan yang Negara kita miliki. Keunggulan Indonesia dari segi produktifitas, keuntungan demografi dan lokasi yang strategis bahkan telah mendapat pengakuan kalangan internasional.

Tuesday, January 6, 2015

KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI

Kode Perilaku Profesional

Etika professional dikeluarkan oleh organisasi untuk mengatur perilaku anggotanya dalam menjalankan praktek profesinya bagi masyarakat. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan professional dalam semua kegiatan yang dilakukan. Sebagai professional, anggota memiliki peran penting dalam masyarakat sehingga setiap anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa professional mereka. Anggota harus selalu bertanggung jawab dan bekerja sama dengan sesame anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.

Garis besar kode etik dan perilaku professional adalah:

1.      Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.

Monday, November 10, 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI — Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi

Akuntansi Sebagai Profesi dan Peran Akuntan

Menurut International Federation of Accountants, profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.

Akibat berlakunya kesepakatan Internasional mengenai pasar bebas di Indonesia, profesionalisme profesi khususnya sebagai akuntan harus siap dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul. Menurut Machfoedz (1997), profesionalisme suatu profesi mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi tersebut, yaitu: keahlian (skill), karakter (character), dan pengetahuan (knowledge).

Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Supaya tujuan tersebut tercapai, profesi akuntan perlu memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya. Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan. 
Secara garis besar profesi akuntansi dapat digolongkan menjadi:

Tuesday, October 14, 2014

ETIKA BISNIS — Perilaku Etika Dalam Bisnis

Bisnis dan masyarakat memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Tata hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung tersebut membawa etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnis, yang meliputi etika antara sesama pelaku bisnis dan etika bisnis terhadap masyarakat.

”Etika" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika sendiri berasal dari bahasa Yunani “ethos” yaitu ilmu yang secara khusus menyoroti perilaku manusia dari segi moral. Berdasarkan pengertian tersebut, perilaku etis dapat diartikan sebagai perilaku yang mencerminkan keyakinan seseorang dan norma-norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang benar dan baik. 

Dalam bisnis, tidak jarang ditemui tindakan-tindakan tercela (tidak etis) yang menghalalkan segala cara demi pencapaian suatu tujuan. Jika pelaku bisnis mengabaikan nilai-nilai etika, akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sebaliknya, pelaku bisnis yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika akan memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi, dan keuntungan jangka panjang dapat meningkat. 

Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Kebijakan perusahaan yang memberikan perhatian serius pada nilai-nilai etika akan mencitrakan bahwa manajemen mendukung perilaku etis dalam perusahaan. Kebijakan tersebut biasanya secara formal didokumentasikan dalam bentuk Kode Etik (Code of Conduct). Maka dapat disimpulkan bahwa etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana para pelaku bisnis menjalankan bisnis secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal), tidak tergantung pada kedudukan individu atau perusahaan lain di masyarakat.

Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika

Saturday, May 31, 2014

Softskill May Assignment


TUGAS SOFTSKILL 3



On May 29th, 2014 I and my best pal were off for a brain-pause. It’s not the soothe thing we usually do like at the cozy corner of J.CO (one of our basecamp), it’s more like hanging out and enjoying the crowd. I myself kind of dislike crowd, actually. But let make an exceptional this time, i was thinking. Off we went, then, to Jakarta Clothing Expo (JakCloth) Summer Fest 2014. I can tell that was pretty exciting, yet pretty bizzare for us haha. We found at least 3 booths, which we think, unique.



The first one was Loony which sells cute accessories and girl clothes. They got catchy interior and booth design, as you can see. I love how they put those ethnic stuffs in there. And they also got dinosaur bracelets and necklaces! (I know I should have good controlling system when it comes to dinosaurs hehe).

Wednesday, May 7, 2014

MUSIC AND LYRICS (2007) REVIEW

No one would be able to deny that melody in musics, somehow, effects their lives. When something lets you down you tend to play sad musics just to let yourself drown in a mellow melody. When something makes you happy you tend to play cheerful musics just to let your soul and that joyful melody do a suite. But the lyrics? Some people, perhaps don't mind the lyrics at all as long as the melody is into them. Even some musicians, senselessly think that, "they're just lyrics, they're just not as important as melody so it doesn't have to be perfect". I couldn't agree on that. And I so get that why such beautiful melodies within bunch of songs nowadays have lurid lyrics in them (hey I love exaggerate things :p). Why don't they put that beautiful melody along with beautiful lyrics as well.. A perfect song they'll surely have there.

MUSIC AND LYRICS


I’m actually not kinda person who loves drama movies. But I gotta tell this one has seized my interest. I'm glad that I found this 95 minutes Warner Bros Pictures movie. "Music and Lyrics", released in February 2007, kicks off with an 80s-style Wham-like video of a band called as 'PoP!' presented 'PoP! Goes My Heart'. I personally think that song is way much better than songs nowadays. Both melodies and lyrics are just really good. PoP! was one of the biggest bands of the 80s but then Collin Thompson (Scott Porter), their lead vocalist, met a new manager who convinced him he was the star of the band and he left, taking the last three songs they'd written together and putting them on his solo album which went on to sell eight million records. Shortly, PoP! broke up.

Fifteen years after PoP! disbanded, the washed-up singer Alex Fletcher (Hugh Grant), one of the PoP founding members, do a complete failure solo-career. This 'has-been' reprising his old hits for his now middle-aged fans in increasingly humiliating venues (such as high school reunions, theme parks, dinner parties, and fairs) to survive. But then a current biggest sensation Cora Corman (Haley Bennett), a huge PoP! fan, asks him to compose a duet for the two of them to be called "Way Back Into Love". Alex and his manager Chris Riley (Brad Garrett) capture it as a big chance to refresh Alex's image and make it back into the popular music. Trouble is, Cora needs the song by only three days, and Alex was never good at writing lyrics. He needs a lyricist but it's not easy to get somebody good that fast.

Accidentally, Alex discovers his temporary plant waterer Sophie Fisher (Drew Barrymore), turns out a poems and short stories writer. Alex thinks she were born lyricist, but Sophie doesn't think so. Alex convinced her to assist him on the song and he did it. But Sophie takes too long to get inspiration for the good lyrics and Alex getting anxious of little time they have.

Monday, April 21, 2014

WHAT WILL I DO AFTER GRADUATED FROM UG


According to major I’ve taken, makes sense that i will certainly apply for accounting (and things related to accounting) job after i graduated. Besides, I’d like to improve my foreign languages ability, English and Mandarin. For English, i will keep practicing more both in speaking, listening, and writing autodidactly (just like what i was and still am doing till present) with some helps from friends who speak English natively. And for Mandarin, I am planning to take a course so that makes up my superficial Mandarin. I am sure those foreign languages will able to boost my personal appeal when applying for a job.


Have I told you I also learning Indonesian sign language? Yes, I’ve been learning it for 4 months and I have to tell that’s the most awesome thing I’ve ever done in life. I am helping the deaf to study and better understand the Do(s) and Don’t(s) in life from their own Scriptures without being paid and without any charge. And I am planning to give attention to this matter even more after I graduated. Spending personal expenses and personal energy isn’t matter at all, but great pleasure as its fruitage from helping others especially those who have different ability (difable) is all that matter :)

Thursday, April 17, 2014

WHY ENGLISH IS IMPORTANT TO MY MAJOR (ACCOUNTING)


Gunadarma University (UG) is where I belong now as a colleger. As a World Class University (just like they claimed it is) it ideally expects majority of its students are good at English, at least simple conversational in English, since English is an international language that every world class university students should be good at. I myself took majoring in Accounting. I am an Indonesian and no speak English natively by the way :P (so feel free to correct the mistakes). But i do realize perfect English as my second language is very important to my major.


WHY ENGLISH IS IMPORTANT TO MY MAJOR (ACCOUNTING)

I’d bet many of you who took the same major didn’t think that it is necessary to learn or perfect English at the beginning, like me. You did may reckon that Accounting is all about numeric, formulas,  addition, subtraction, and other calculations, but that’s it. Well, we were not completely wrong. However, we forgot the important part, that Accounting is a social practice. In actual social practice as an accountant, we need to talk to people. Remember, an accountant will be dealing with a lot of people from various types of business, even the foreign ones. If we able to speak in their native language, English for example, it is easier to communicate with them and our ability to get things across will be improved.

Thursday, January 30, 2014

SIAPA SAYA?

(Tugas Softskill 2)


Rara bukan orang yang pandai dengan kata-kata. Jadi, waktu bu dosen beri tugas untuk menulis artikel “Siapa Saya?”, agak kalap juga. Jangankan mendeskripsikan diri sendiri, mendeskripksikan siapa itu Raden Nararya Sanggramawijaya saja Rara gak bisa (kenal juga ngga).

Tapi Rara anak yang taat, jadi disuruh kerjakan tugas, ya Rara kerjakan, meskipun kelewat sering mengeluarkan jurus “The Power of Kepepet” karena selalu mepet sama deadline. Hehe.

Well, these pieces ain’t gonna take you to my inner deepest, though.. Karena sekali lagi, tulisan ini lahir secara ‘kepepet’. So please bear with it, yea? Oke, here we go…..


Nama:

Saturday, November 30, 2013

TERJEBAK MACET — Alasannya, Dampaknya, Solusinya.

Bayangkan:
Anda datang ke sebuah pusat perbelanjaan. Anda lama berputar-putar mencari tempat parkir, dan dengan sendirinya tahu bahwa meskipun mengendarai mobil ada untungnya, tetapi terlalu banyak mobil di tempat yang ramai tidak lagi menguntungkan.

Atau

Anda punya janji dengan klien jadi Anda memutuskan untuk berangkat dari rumah lebih awal. Kemudian beberapa kilometer dari rumah Anda tiba-tiba sudah terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang parah. Anda mulai cemas dan frustasi terperangkap di dalam suatu kendaraan yang dirancang untuk bergerak tetapi terpaksa harus diam tak bergeming. Akhirnya Anda sampai juga ke lokasi perjanjian... terlambat setengah jam dari janji sebenarnya.

MACET adalah salah satu aspek kehidupan kota yang paling membuat stres. Jalan yang tersumbat dan udara yang kian hari kian teracuni ini dialami jutaan penghuni kota. Sayangnya, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan lalu lintas akan membaik.

Situasinya sama di seluruh dunia. Tidak terkecuali dengan Jakarta. Kalangan berwenang benar-benar tidak mampu merancang solusi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dari penduduk kota yang hilir mudik. Beberapa ribu pengemudi mobil maupun motor kini bisa membutuhkan waktu lebih lama daripada rata-rata waktu tempuh pejalan kaki untuk jarak yang sama. Ironis.

Alasan tersumbatnya jalan-jalan di kota sangat mudah ditebak. Kota terus berkembang tanpa dapat dihentikan, dan kini kira-kira setengah penduduk tinggal di daerah perkotaan. Kota-kota bertambah luas, jumlah kendaraan ikut bertambah banyak.

”Kota-kota besar kini mengalami kemacetan hampir sepanjang hari, dan semakin parah.”  Dr. Jean-Paul Rodrigue dalam laporannya ”Urban Transport Problems”.


”Terlalu banyak orang, terlalu banyak mobil, semuanya sama-sama ingin mengemudi di lahan yang terbatas.” 

Alasan-alasan Mengapa Kemacetan Lalu Lintas Sulit Dituntaskan

Thursday, October 31, 2013

PENALARAN DEDUKTIF, SILOGISME, ENTIMEN

Dalam berbahasa sehari-hari ataupun secara formal, dalam bentuk tulisan maupun lisan, pernalaran yang tepat perlu digunakan. Khususnya dalam penulisan, kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya supaya bisa menarik kesimpulan yang tepat. Cara menarik kesimpulan dari pernalaran dibagi menjadi dua, yaitu pernalaran deduktif dan pernalaran induktif. Namun pada kesempatan ini saya hanya akan mengulas mengenai pernalaran deduktif dan bentuk-bentuknya (silogisme dan entimen).

PERNALARAN DEDUKTIF

Pernalaran deduktif merupakan metode untuk menarik kesimpulan dengan menhubungkan data-data yang bersifat umum, kemudian dijadikan suatu simpulan atau fakta yang khusus.

Contoh:
Premis 1 = Semua makhluk adalah ciptaan Tuhan. (U)
Premis 2 = Manusia adalah makhluk hidup. (U)
Simpulan = Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. (K)

Dapat dilihat dari contoh diatas bahwa pernalaran ini dimulai dengan suatu premis (pernyataan dasar)  untuk menarik kesimpulan. Kesimpulannya merupakan implikasi pernyataan dasar itu. Artinya apa yang dikemukakan di dalam kesimpulan secara tersirat telah ada di dalam pernyataan tersebut.
Jadi sebenarnya proses deduksi ini tidak menghasilkan suatu pengetahuan yang baru, melainkan pernyataan kesimpulan yang konsisten berdasarkan pernyataan dasarnya.

BENTUK PERNALARAN DEDUKTIF

Menurut bentuknya, pernalaran deduktif dibagi menjadi dua yaitu:
  • Silogisme, dan
  • Entimen.

Monday, July 8, 2013

Berakhirnya Pengutilan

”Meniadakan pencurian bukan hanya problem Anda, hal ini adalah problem seluruh masyarakat; semua orang memperoleh manfaat apabila pencurian dihentikan.—”EVERY RETAILER’S GUIDE TO LOSS PREVENTION.”
PENGUTILAN, sebagaimana praktek buruk lainnya, cenderung mempengaruhi cara berpikir seseorang, membuat dia membenarkan diri. Jadi, seperti halnya seorang pekebun mencabut lalang dengan akar-akarnya, mereka yang mau berhenti mengutil perlu mencabut cara berpikir yang buruk sampai ke akarnya. Lima pokok berikut ini dapat membantu seorang pengutil mengubah pikirannya sehubungan dengan pencurian.

Bantuan untuk Mengoreksi Cara Berpikir

▪ Pertama, pengutilan adalah pelanggaran hukum. Pencurian mungkin sudah umum di tempat seseorang tinggal, dan ia mungkin luput dari hukuman, tetapi seorang pengutil tetap dianggap melanggar hukum.
Apa yang terjadi apabila banyak orang melanggar hukum? Menurut sebuah buku kuno, ”hukum menjadi mati rasa”. Maksudnya, manfaat hukum sebagai penahan menjadi berkurang, mengakibatkan rusaknya ketertiban masyarakat. Setiap kali seseorang mengutil, ia merongrong fondasi masyarakat yang taat hukum. Apabila hal ini terjadi, semua orang menderita.
▪ Kedua, mengutil merusak kepercayaan. Ketidakjujuran semacam ini melemahkan pertalian manusia, membuat orang sulit untuk saling memahami dan berurusan tanpa kecurigaan.
”Kesalahan terbesar saya ialah terlalu mempercayai orang.” Inilah komentar wanita pemilik toko pakaian setelah para pencuri membuat ia bangkrut. Ia dahulu percaya bahwa para pelanggan dan karyawannya tidak akan mencuri darinya. Sekarang, ia merasa bahwa kepercayaannya itu salah tempat.
Seseorang mungkin berdusta kepada orang lain dan reputasinya sendiri jatuh di mata orang itu. Tetapi, para pengutil menebarkan awan kecurigaan ke atas semua orang berikutnya yang masuk ke sebuah toko. Mereka membuat orang jujur dicurigai sebagai pengutil. Apakah menebarkan awan kecurigaan seperti itu bisa dibenarkan?
▪ Ketiga,

Pengutilan—Siapa yang Dirugikan?

DI Jepang, seorang pemilik toko menangkap basah seorang anak laki-laki yang mencuri lalu ia memanggil polisi. Ketika polisi tiba, anak itu kabur. Polisi mengejarnya. Sewaktu anak itu menyeberangi lintasan kereta api, ia dihantam kereta dan tewas.
Ketika kasus itu mendapat sorotan masyarakat, ada yang mengecam si pemilik toko karena memanggil polisi. Ia menutup usahanya sampai kemarahan itu mereda. Setelah ia membuka kembali tokonya, banyak pengutil yang datang lagi. Akan tetapi, trauma atas kejadian sebelumnya membuat ia takut menghadapi para pencuri itu. Tokonya menjadi terkenal sebagai sasaran empuk. Tidak lama kemudian, ia harus menutup tokonya selama-lamanya.
Memang, kasus ini lebih tragis daripada kebanyakan kasus, tetapi kasus ini menggambarkan suatu kebenaran penting. Pengutilan sangat merugikan—dalam banyak cara dan bagi banyak orang. Mari kita cermati besarnya kerugian karena kejahatan ini.
Kerugiannya atas Toko
Pengutilan merugikan pedagang di seluruh dunia sampai miliaran dolar AS setiap tahun. Ada yang memperkirakan bahwa kerugian di Amerika Serikat saja mencapai lebih dari 40 miliar dolar. Berapa banyak usaha yang dapat bertahan kalau harus menanggung kerugian sebesar itu? Banyak toko yang kewalahan. Apabila para pencuri menyerbu lorong-lorong sebuah toko, sumber nafkah seumur hidup dapat terancam.

Mengapa Orang Mengutil?

”Saya tidak menganggap hal itu sebagai pencurian, saya menganggapnya sebagai realokasi sumber daya ekonomi yang sangat dibutuhkan.”—SEORANG IMAM GEREJA INGGRIS.

ANDAIKAN legenda-legenda dapat dipercaya, Robin Hood merasa bahwa mencuri itu tidak apa-apa. Cerita rakyat Inggris mengisahkan bahwa ia merampok si kaya dan memberikan hasilnya kepada si miskin. Imam yang kata-katanya dikutip di atas juga berpendapat bahwa kemiskinan adalah motif yang sah untuk mencuri. Mengenai para pengutil, ia mengatakan, ”Saya menaruh simpati yang dalam kepada mereka, malah saya menganggap mereka sepenuhnya benar.” Ia berpendapat bahwa toko-toko besar seharusnya membuka pintu mereka untuk orang miskin sehari dalam setahun dan membiarkan mereka mengambil apa saja yang ada di rak tanpa harus membayar.

Akan tetapi, banyak pengutil didorong oleh motif lain, bukannya oleh kemiskinan. Di Jepang, polisi menangkap dua rekan mereka karena mengutil. Di Amerika Serikat, seorang anggota dewan koperasi nirlaba di bidang makanan tertangkap basah sedang mencuri di toko koperasi itu. Para remaja yang beruang sering kali mencuri barang-barang yang tidak mereka butuhkan. Apa yang mendorong orang-orang ini untuk mengutil?

’Asyik Rasanya’

 

 

Sensasi. Ketegangan. Kuasa. Seperti dua gadis di artikel sebelumnya (Mengutil—Kesenangan Tak Berbahaya atau Kejahatan Serius?), beberapa orang yang mengutil merasakan sensasi hebat ini, dan hasrat untuk merasakan sensasi itu membuat mereka terus-menerus mencuri. Setelah mencuri untuk yang pertama kali, seorang wanita mengatakan, ”Saya merasa senang. Saya mengutil tanpa tertangkap dan rasanya luar biasa!” Mengenai perasaannya setelah mencuri selama beberapa waktu, ia berkomentar lagi, ”Saya malu terhadap diri sendiri—tetapi juga gembira. Saya merasa sangat ceria. Mencuri dan tidak tertangkap membuat saya merasa hebat.”

Seorang pemuda bernama Hector mengatakan bahwa selama berbulan-bulan setelah ia berhenti mengutil, ia merasakan desakan untuk mencuri lagi. ”Perasaan itu menghantui saya seperti kecanduan. Sewaktu saya berada di mal dan melihat sebuah radio di etalase toko, saya membayangkan, ’Mudah sekali mengambil radio itu. Saya dapat melakukannya dan tidak akan tertangkap.’”

Beberapa orang yang mengutil untuk kesenangan tidak menginginkan barang yang mereka curi. Sebuah surat kabar India menyatakan, ”Para psikolog mengatakan bahwa sensasi dari melakukan perbuatan terlarang itulah yang mendorong orang-orang ini. . . . Beberapa pengutil bahkan mengembalikan barang yang mereka curi.”

Alasan Lainnya

Depresi mempengaruhi puluhan juta orang. Adakalanya, orang yang menderita depresi menyalurkan perasaannya dengan perilaku yang buruk—seperti mengutil.

Mengutil—Kesenangan Tak Berbahaya atau Kejahatan Serius?

BAYANGKAN skenario berikut. Pintu depan sebuah toserba terbuka, dan melalui pintu itu masuklah dua gadis remaja berpakaian modis. Mereka berjalan menyusuri lorong ke bagian kosmetik. Seorang satpam membuntuti dan berhenti pada jarak kira-kira 10 meter dari mereka, berdiri dengan posisi tangan di belakang. Ia mengawasi kedua gadis itu seraya mereka menunjuk-nunjuk lipstik dan maskara.
Mereka melirik ke satpam itu, yang terus memperhatikan mereka. Degup jantung mereka pun menghebat. Salah satu dari gadis itu pindah ke bagian pemoles kuku dan mengambil beberapa botol. Ia mengerutkan hidungnya seraya berpura-pura menilai dua gradasi warna merah yang serupa. Ia menaruh kembali satu botol dan mengambil botol lain yang gradasi warnanya agak lebih gelap.
Si satpam mengendurkan perhatiannya dan melihat ke arah yang berlawanan. Seperti diaba-aba, kedua gadis tadi menyelipkan beberapa lipstik dan pemoles kuku ke dalam tas tangan mereka. Wajah mereka tampak tenang, tetapi jantung mereka berdegup kencang. Mereka tetap di lorong itu beberapa menit lagi, yang satu melihat-lihat kikir kuku, sedangkan yang satunya lagi mengamat-amati pensil alis.
Keduanya saling memandang, bertukar kode, dan mulai berjalan ke arah depan toko. Si satpam memberikan jalan, dan mereka tersenyum kepadanya sambil lewat. Seraya berjalan menuju bagian aksesori ponsel yang berada di seberang kasir, mereka melihat-lihat aksesori yang dipajang. Mereka berbisik-bisik mengenai sarung-sarung kulit ponsel yang dipajang itu. Lalu, mereka mulai menuju ke pintu keluar.
Pada setiap ayunan langkah, gejolak dalam diri mereka menggelegak dan ketegangan serta sensasi meningkat. Seraya gadis-gadis itu melintasi pintu keluar, mereka rasanya ingin menjerit, tetapi bibir mereka terkatup rapat. Setelah sampai di luar, desakan emosi membuat wajah mereka merona. Gejolak dalam diri mereka pun mereda, dan mereka menarik napas lega. Gadis-gadis itu berjalan cepat-cepat, tetapi mereka terus-menerus cekikikan. Satu hal yang ada dalam benak mereka, ’Kami berhasil mengutil!’
Kedua gadis tadi hanyalah rekaan, tetapi skenario yang telah kami uraikan itu persis dengan kenyataannya. Menurut perkiraan, pengutilan terjadi sejuta kali sehari di Amerika Serikat saja, tetapi ini adalah problem global. Seperti yang akan kita lihat, pengutilan sangat merugikan. Akan tetapi, kebanyakan pengutil kurang memperhatikan besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh ulah mereka. Bahkan, banyak orang yang punya uang pun lebih suka mengutil. Mengapa?


Artikel Terkait:

Mengapa Orang Mengutil?

Pengutilan—Siapa yang dirugikan?

Berakhirnya Pengutilan


Sumber:
Sedarlah 22/6 05 hlm. 3-10