When you run so fast to get somewhere, you miss the fun of getting there.
Life is not a race, so take it slower.
Hear the music before the song is over.
You are part of the puzzle of someone else's life.
You may never know where you fit but others will fill the holes in their lives with pieces of you.
So if you run out of reasons to live, remember that someone else's life may never be complete without you in it.

Showing posts with label tugas softskill. Show all posts
Showing posts with label tugas softskill. Show all posts

Monday, July 6, 2015

STANDAR AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Teori Akuntansi

—     STANDAR AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

STANDAR AKUNTANSI

PENGERTIAN DAN SUMBER STANDAR AKUNTANSI

Standar Akuntansi adalah kerangka dasar konseptual ini terdiri dari standar (teknik, prinsip) dan praktik yang sudah diterima oleh umum karena kegunaannya dan kelogisannya. di Indonesia berlaku Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Standar ini menjelaskan transaksi apa yang harus dicatat, bagaimana mencatatnya, dan bagaimana mengungkapkannya dalam laporan keuangan yang akan disajikan

Alasan-alasan yang mendasari pentingnya standar akuntansi yang baik, adalah: (Belkaoui, 1985)
  1. Dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi, kinerja, dan kegiatan operasional perusahaan.
  2. Memberi pedoman dan aturan  bagi akuntan publik.
  3. Memberikan database kepada regulator tentang berbagai informasi yang dianggap penting
  4. Dapat menarik perhatian para ahli dan praktisi di bidang teori dan standar akuntansi.
  5. Memberikan acuan bagi pemerintah dalam menetapkan besarnya pajak penghasilan yang terutang.

Di Indonesia, yang berwenang menyusun Standar Akuntansi adalah Dewan Standar Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang berada di bawah naungan IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia). 



Rerangka Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia:



HUBUNGAN STANDAR AKUNTANSI DENGAN PERANGKAT PERATURAN LAINNYA

Wednesday, May 20, 2015

JURNAL ACUAN PENULISAN SKRIPSI

Tugas Softskill 3

Daftar Jurnal Acuan Penulisan Skripsi


1. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) dalam Website Perusahaan
Lestari, H.S. dan Anis Chariri. 2007. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pelaporan Keuangan melalui Internet (Internet Financial Reporting) dalam Website Perusahaan. Working Paper. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (tidak dipublikasikan).

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia
Prasetya, Mellisa dan Soni Agus Irwandi. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. The Indonesian Accounting Review, Vol. 2, No. 2, hlm. 151-158
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela (Internet Financial and Sustainability Reporting)
Almilia, Luciana Spica. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Sukarela (Internet Financial and Sustainability Reporting). Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, Vol. 12 No. 2, Pp 1-31.

Sunday, May 3, 2015

PT MERCK Tbk Indonesia (Laporan Keuangan 2009-2013)

PT Merck Tbk Indonesia


PT Merck Tbk Indonesia
Didirikan pada tahun 1970, PT Merck Tbk menjadi perusahaan publik pada tahun 1981, dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Sebagian besar saham dimiliki oleh Grup Merck yang berkantor pusat di Jerman dan merupakan perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia. Untuk informasi lebih lengkap mengenai kantor pusat kami, Anda dapat mengunjungi www.merck.de

PT Merck Tbk merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang farmasi dan kimia di Indonesia.
  • Di bidang farmasi, kami memproduksi dan menjual merek-merek farmasi ternama seperti Neurobion®, Sangobion® dan Glucophage® dengan fasilitas bersertifikat cGMP.
  • Pada bidang kimia, Merck memasarkan berbagai jenis bahan kimia, zat warna, serta berbagai spesialisasi kimia lainnya.
Jaringan distribusi kami yang luas menjamin ketersediaan produk di seluruh Indonesia. Silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lokasi distributor terdekat Anda.
Fakta dan Tokoh
Direktur UtamaMartin Feulner
Jumlah Karyawan800
Produk-produk utama
Merck Serono
(obat dengan resep)
bagian Kardiovaskular (contohnya Concor®), bagian Metabolisme (contohnya Glucophage®), bagian Fertilitas (contohnya Gonal F®), Kesehatan Wanita (contohnya Hemobion®), Onkologi (Erbitux®).
Produk utama Kesehatan Konsumen (produk pengobatan pribadi)Sangobion®, Neurobion®, Becombion®, Seven Seas Orange Syrup® dan masih banyak lagi.
Produk utama - Kimia

      • Efek zat warna untuk percetakan, plastik, lapisan dan industri kosmetik;
      • Perangkat uji untuk analisa air dan air buangan;
      • Pengawasan mikrobiologi dan kehigienisan;
      • Kromatografi;
      • Bioscience;
      • Bahan mentah untuk farmasi dan produksi makanan;
      • Bahan reaksi untuk laboratorium.

Sejarah Singkat PT Merck Tbk Indonesia

1970Pendirian Merck Indonesia
1972Dimulainya Produksi Farmasi
1981Penawaran Saham Kepada Publik
1984Dimulainya Bisnis Kimia
1993Divisi Farmasi Memulai Bisnis Obat Bebas
2006Divisi Farmasi menjadi Merck Serono
2007

- Ekspor Produk Farmasi ke Filipina
- Sertifikasi ISO 14001 & OHSAS 18001
2008

- Peluncuran Nilai-Nilai Merck
- Pemisahan Bisnis Merck Serono dan Obat Bebas
2010Peluncuran Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Klik Hati dan Youth Take Action
2011Peluncuran Merck Millipore

Visi dan Misi

Visi
Kami di PT Merck Tbk, dihargai oleh seluruh pemegang kepentingan karena kesuksesan kami yang berkelanjutan, berkesinambungan, dan di atas pangsa pasar pada bidang yang kami jalankan.
Misi
Kami di PT Merck Tbk memberikan nilai tambah bagi:
  • Pelanggan kami, melalui perluasan kesempatan pada usaha mereka dalam jangka panjang, membentuk kemitraan yang saling menguntungkan.
  • Konsumen kami, melalui penyediaan produk-produk yang aman & bermanfaat.
  • Pemegang Saham kami, melalui pencapaian hasil usaha yang berkesinambungan & berarti.
  • Karyawan kami, melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman & pemberian kesempatan yang sama bagi semua.
  • Lingkungan kami, melalui teladan yang kami berikan dalam bentuk tindakan perlindungan & dukungan bagi masyarakat sekitar.




Berikut ini adalah Laporan Keuangan Tahunan PT Merck Tbk Indonesia periode 2009-2013

Friday, April 3, 2015

Daya Saing Indonesia Dalam Kompetisi Pasar Global: Faktor Sumber Daya Manusia, Produktivitas dan Efisiensi

DAYA SAING INDONESIA DALAM KOMPETISI PASAR GLOBAL: FAKTOR SUMBER DAYA MANUSIA, PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI


Oleh:
PRADIPTYA SURYO PUTRI (25211547 - 4EB01)


Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015 mendatang, Indonesia akan memasuki era baru penerapan perdagangan bebas kawasan Asia Tenggara yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area) dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi dan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia. Tantangan demi tantangan di lapangan, baik dalam proses pembenahan sampai peningkatan harus dihadapi bersama. Profesionalisme dituntut bagi produsen-produsen di Indonesia dalam menjalankan bisnis guna dapat memenangkan kompetisi dari produk yang berasal dari Negara ASEAN lainnya baik dalam memanfaatkan peluang pasar domestik maupun pasar Negara anggota ASEAN lainnya.

Tidak hanya wilayah ASEAN yang sedang sibuk mempersiapkan FTA. Saat ini, negara-negara di dunia tengah bersiap untuk menghadapi suatu era dimana perbatasan negara sudah tidak lagi dianggap penting, yaitu terbukanya pasar dalam negeri bagi produk-produk asing dan serbuan budaya dari negara-negara pengekspor produk-produk asing tersebut.

Sudah siapkah pasar Indonesia menyongsong kompetisi global? Waktu yang tersisa kurang dari setahun lagi. Sudah bukan waktunya mempertanyakan kesiapan Indonesia. Siap atau tidak siap, mau tidak mau, Indonesia telah didorong untuk ikut masuk ke dalam kompetisi pasar global yang ketat sebentar lagi. Yang perlu dipertanyakan sekarang adalah bagaimana Indonesia dapat menyusul ketertinggalannya dalam berbagai kompetensi, dan memanfaatkan MEA sebagai peluang kedepannya dalam memperluas pasar, bahkan tidak hanya di wilayah ASEAN.

Namun, melihat negara-negara lain yang menjadi saingan dalam kompetisi global ini sedikit banyak dapat mengecilkan hati. Jangankan bersaing dengan perusahaan dari negara-negara maju, bersaing dengan perusahaan dari negara-negara berkembang pun sudah menjadi momok perusahaan domestik akan beratnya persaingan. Perusahaan dari negara-negara berkembang, seperti halnya perusahaan-perusahaan asal RRC dan Taiwan telah berhasil menyerbu dan menduduki pasar domestik. Sedangkan perusahaan Indonesia dengan produk-produk andalannya kelihatannya belum mampu ‘mencengkeram’ usahanya di negara lain.

Dengan adanya kompetisi global, memberikan dorongan pada usaha-usaha di Indonesia untuk tetap eksis di tengah persaingan dunia. Pada tulisan ini, penulis senang menyoroti faktor-faktor yang sebenarnya dapat menjadi daya, atau kemampuan, bagi Indonesia untuk bersaing dalam kompetisi pasar global, antara lain faktor sumber daya manusia dan faktor produktivitas dan efisiensi.

Faktor 1: Sumber Daya Manusia

Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Dari segi kuantitas sumber daya manusia, hal ini adalah salah satu keunggulan kompetitif yang dimiliki Indonesia. Namun, apakah keunggulan kuantitatif saja cukup? Pada tingkat kompetisi global, daya saing dan keunggulan kompetitif diperankan sangat kuat oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Dengan kata lain, ini dapat diartikan bahwa sumber daya manusia juga harus unggul dari segi kualitas untuk bisa bersaing.

Tuesday, January 6, 2015

KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI

Kode Perilaku Profesional

Etika professional dikeluarkan oleh organisasi untuk mengatur perilaku anggotanya dalam menjalankan praktek profesinya bagi masyarakat. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan professional dalam semua kegiatan yang dilakukan. Sebagai professional, anggota memiliki peran penting dalam masyarakat sehingga setiap anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa professional mereka. Anggota harus selalu bertanggung jawab dan bekerja sama dengan sesame anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.

Garis besar kode etik dan perilaku professional adalah:

1.      Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.

Monday, November 10, 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI — Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi

Akuntansi Sebagai Profesi dan Peran Akuntan

Menurut International Federation of Accountants, profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.

Akibat berlakunya kesepakatan Internasional mengenai pasar bebas di Indonesia, profesionalisme profesi khususnya sebagai akuntan harus siap dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul. Menurut Machfoedz (1997), profesionalisme suatu profesi mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi tersebut, yaitu: keahlian (skill), karakter (character), dan pengetahuan (knowledge).

Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Supaya tujuan tersebut tercapai, profesi akuntan perlu memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya. Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela. Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan. 
Secara garis besar profesi akuntansi dapat digolongkan menjadi:

Tuesday, October 14, 2014

ETIKA BISNIS — Perilaku Etika Dalam Bisnis

Bisnis dan masyarakat memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Tata hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung tersebut membawa etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnis, yang meliputi etika antara sesama pelaku bisnis dan etika bisnis terhadap masyarakat.

”Etika" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika sendiri berasal dari bahasa Yunani “ethos” yaitu ilmu yang secara khusus menyoroti perilaku manusia dari segi moral. Berdasarkan pengertian tersebut, perilaku etis dapat diartikan sebagai perilaku yang mencerminkan keyakinan seseorang dan norma-norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang benar dan baik. 

Dalam bisnis, tidak jarang ditemui tindakan-tindakan tercela (tidak etis) yang menghalalkan segala cara demi pencapaian suatu tujuan. Jika pelaku bisnis mengabaikan nilai-nilai etika, akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sebaliknya, pelaku bisnis yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika akan memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi, dan keuntungan jangka panjang dapat meningkat. 

Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Kebijakan perusahaan yang memberikan perhatian serius pada nilai-nilai etika akan mencitrakan bahwa manajemen mendukung perilaku etis dalam perusahaan. Kebijakan tersebut biasanya secara formal didokumentasikan dalam bentuk Kode Etik (Code of Conduct). Maka dapat disimpulkan bahwa etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana para pelaku bisnis menjalankan bisnis secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal), tidak tergantung pada kedudukan individu atau perusahaan lain di masyarakat.

Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika

Saturday, May 31, 2014

Softskill May Assignment


TUGAS SOFTSKILL 3



On May 29th, 2014 I and my best pal were off for a brain-pause. It’s not the soothe thing we usually do like at the cozy corner of J.CO (one of our basecamp), it’s more like hanging out and enjoying the crowd. I myself kind of dislike crowd, actually. But let make an exceptional this time, i was thinking. Off we went, then, to Jakarta Clothing Expo (JakCloth) Summer Fest 2014. I can tell that was pretty exciting, yet pretty bizzare for us haha. We found at least 3 booths, which we think, unique.



The first one was Loony which sells cute accessories and girl clothes. They got catchy interior and booth design, as you can see. I love how they put those ethnic stuffs in there. And they also got dinosaur bracelets and necklaces! (I know I should have good controlling system when it comes to dinosaurs hehe).

Wednesday, May 7, 2014

MUSIC AND LYRICS (2007) REVIEW

No one would be able to deny that melody in musics, somehow, effects their lives. When something lets you down you tend to play sad musics just to let yourself drown in a mellow melody. When something makes you happy you tend to play cheerful musics just to let your soul and that joyful melody do a suite. But the lyrics? Some people, perhaps don't mind the lyrics at all as long as the melody is into them. Even some musicians, senselessly think that, "they're just lyrics, they're just not as important as melody so it doesn't have to be perfect". I couldn't agree on that. And I so get that why such beautiful melodies within bunch of songs nowadays have lurid lyrics in them (hey I love exaggerate things :p). Why don't they put that beautiful melody along with beautiful lyrics as well.. A perfect song they'll surely have there.

MUSIC AND LYRICS


I’m actually not kinda person who loves drama movies. But I gotta tell this one has seized my interest. I'm glad that I found this 95 minutes Warner Bros Pictures movie. "Music and Lyrics", released in February 2007, kicks off with an 80s-style Wham-like video of a band called as 'PoP!' presented 'PoP! Goes My Heart'. I personally think that song is way much better than songs nowadays. Both melodies and lyrics are just really good. PoP! was one of the biggest bands of the 80s but then Collin Thompson (Scott Porter), their lead vocalist, met a new manager who convinced him he was the star of the band and he left, taking the last three songs they'd written together and putting them on his solo album which went on to sell eight million records. Shortly, PoP! broke up.

Fifteen years after PoP! disbanded, the washed-up singer Alex Fletcher (Hugh Grant), one of the PoP founding members, do a complete failure solo-career. This 'has-been' reprising his old hits for his now middle-aged fans in increasingly humiliating venues (such as high school reunions, theme parks, dinner parties, and fairs) to survive. But then a current biggest sensation Cora Corman (Haley Bennett), a huge PoP! fan, asks him to compose a duet for the two of them to be called "Way Back Into Love". Alex and his manager Chris Riley (Brad Garrett) capture it as a big chance to refresh Alex's image and make it back into the popular music. Trouble is, Cora needs the song by only three days, and Alex was never good at writing lyrics. He needs a lyricist but it's not easy to get somebody good that fast.

Accidentally, Alex discovers his temporary plant waterer Sophie Fisher (Drew Barrymore), turns out a poems and short stories writer. Alex thinks she were born lyricist, but Sophie doesn't think so. Alex convinced her to assist him on the song and he did it. But Sophie takes too long to get inspiration for the good lyrics and Alex getting anxious of little time they have.

Monday, April 21, 2014

WHAT WILL I DO AFTER GRADUATED FROM UG


According to major I’ve taken, makes sense that i will certainly apply for accounting (and things related to accounting) job after i graduated. Besides, I’d like to improve my foreign languages ability, English and Mandarin. For English, i will keep practicing more both in speaking, listening, and writing autodidactly (just like what i was and still am doing till present) with some helps from friends who speak English natively. And for Mandarin, I am planning to take a course so that makes up my superficial Mandarin. I am sure those foreign languages will able to boost my personal appeal when applying for a job.


Have I told you I also learning Indonesian sign language? Yes, I’ve been learning it for 4 months and I have to tell that’s the most awesome thing I’ve ever done in life. I am helping the deaf to study and better understand the Do(s) and Don’t(s) in life from their own Scriptures without being paid and without any charge. And I am planning to give attention to this matter even more after I graduated. Spending personal expenses and personal energy isn’t matter at all, but great pleasure as its fruitage from helping others especially those who have different ability (difable) is all that matter :)

Thursday, April 17, 2014

WHY ENGLISH IS IMPORTANT TO MY MAJOR (ACCOUNTING)


Gunadarma University (UG) is where I belong now as a colleger. As a World Class University (just like they claimed it is) it ideally expects majority of its students are good at English, at least simple conversational in English, since English is an international language that every world class university students should be good at. I myself took majoring in Accounting. I am an Indonesian and no speak English natively by the way :P (so feel free to correct the mistakes). But i do realize perfect English as my second language is very important to my major.


WHY ENGLISH IS IMPORTANT TO MY MAJOR (ACCOUNTING)

I’d bet many of you who took the same major didn’t think that it is necessary to learn or perfect English at the beginning, like me. You did may reckon that Accounting is all about numeric, formulas,  addition, subtraction, and other calculations, but that’s it. Well, we were not completely wrong. However, we forgot the important part, that Accounting is a social practice. In actual social practice as an accountant, we need to talk to people. Remember, an accountant will be dealing with a lot of people from various types of business, even the foreign ones. If we able to speak in their native language, English for example, it is easier to communicate with them and our ability to get things across will be improved.

Thursday, January 30, 2014

SIAPA SAYA?

(Tugas Softskill 2)


Rara bukan orang yang pandai dengan kata-kata. Jadi, waktu bu dosen beri tugas untuk menulis artikel “Siapa Saya?”, agak kalap juga. Jangankan mendeskripsikan diri sendiri, mendeskripksikan siapa itu Raden Nararya Sanggramawijaya saja Rara gak bisa (kenal juga ngga).

Tapi Rara anak yang taat, jadi disuruh kerjakan tugas, ya Rara kerjakan, meskipun kelewat sering mengeluarkan jurus “The Power of Kepepet” karena selalu mepet sama deadline. Hehe.

Well, these pieces ain’t gonna take you to my inner deepest, though.. Karena sekali lagi, tulisan ini lahir secara ‘kepepet’. So please bear with it, yea? Oke, here we go…..


Nama:

Thursday, October 31, 2013

PENALARAN DEDUKTIF, SILOGISME, ENTIMEN

Dalam berbahasa sehari-hari ataupun secara formal, dalam bentuk tulisan maupun lisan, pernalaran yang tepat perlu digunakan. Khususnya dalam penulisan, kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya supaya bisa menarik kesimpulan yang tepat. Cara menarik kesimpulan dari pernalaran dibagi menjadi dua, yaitu pernalaran deduktif dan pernalaran induktif. Namun pada kesempatan ini saya hanya akan mengulas mengenai pernalaran deduktif dan bentuk-bentuknya (silogisme dan entimen).

PERNALARAN DEDUKTIF

Pernalaran deduktif merupakan metode untuk menarik kesimpulan dengan menhubungkan data-data yang bersifat umum, kemudian dijadikan suatu simpulan atau fakta yang khusus.

Contoh:
Premis 1 = Semua makhluk adalah ciptaan Tuhan. (U)
Premis 2 = Manusia adalah makhluk hidup. (U)
Simpulan = Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. (K)

Dapat dilihat dari contoh diatas bahwa pernalaran ini dimulai dengan suatu premis (pernyataan dasar)  untuk menarik kesimpulan. Kesimpulannya merupakan implikasi pernyataan dasar itu. Artinya apa yang dikemukakan di dalam kesimpulan secara tersirat telah ada di dalam pernyataan tersebut.
Jadi sebenarnya proses deduksi ini tidak menghasilkan suatu pengetahuan yang baru, melainkan pernyataan kesimpulan yang konsisten berdasarkan pernyataan dasarnya.

BENTUK PERNALARAN DEDUKTIF

Menurut bentuknya, pernalaran deduktif dibagi menjadi dua yaitu:
  • Silogisme, dan
  • Entimen.

Thursday, July 4, 2013

MENGAPA KORUPSI SULIT DIBERANTAS DI INDONESIA (PATOLOGI SOSIAL)

“Indonesia Ada di Peringkat 56 Negara Terkorup Dunia tahun 2012”.

Demikianlah headline pada salah satu situs online berita nasional. Sungguh bukan suatu prestasi yang patut dibanggakan.  Dari zaman Indonesia belum merdeka hingga saat ini, tidak ada wabah virus yang lebih menjamur dan mematikan dibanding dengan virus korupsi. Maka cocok apabila korupsi dianalogikan sebagai “patologi sosial”, penyakit menular yang telah menjangkiti masyarakat.

Perilaku korupsi seperti telah menjadi tradisi yang mendarah-daging dan berurat-berakar di tiap-tiap aspek kehidupan masyarakatnya. Baik di sektor negeri maupun swasta. Mulai dari pejabat kelurahan hingga eksekutif dan legislatif negara. Tidaklah sulit untuk mencari contoh nyatanya. Di berbagai kegiatan sekitar kita sehari-hari sering ditemui perilaku-perilaku yang terkategorikan sebagai tindak korupsi, misalnya penjual di pasar tradisional yang mencurangi timbangan barang dagangannya agar memperoleh keuntungan lebih.

Undang-undang antikorupsi sudah dikembangkan dimana-mana. Pemerintah juga sudah mengintegrasikan upaya anti korupsi yang memprioritaskan aturan yang lebih baik dalam negoisasi dan pembiayaan politik, anggaran publik, membuat kontrak proyek lebih transparan, serta membuat lembaga yang lebih akuntabel pada rakyat. Tapi kenyataannya, hukum belum juga bisa memberantas korupsi. Jutaan uang suap tetap berpindah tangan setiap harinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak perusahaan-perusahaan yang mengalokasikan sepersekian dari seluruh keuntungan mereka hanya untuk menyuap para birokrat pemerintah yang korup. Lagi-lagi yang tertindas adalah rakyat miskin.

Apa Penyebab Korupsi?

Bagi beberapa oknum, kemungkinan inilah jalan pintas yang paling gampang—atau jalan satu-satunya—untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan secara instan. Akhirnya korupsi semakin berterima, hingga akhirnya menjadi gaya hidup masyarakat. Mirisnya, Indonesia adalah negara kaya, tapi pemerintahan dengan utang yang melilit negara membuat rakyat terjerembab dalam jurang kemiskinan permanen. Faktor inilah yang menumbuh-kembangkan pandangan “jalan pintas”. Dan, pada umumnya orang segan memberantas korupsi karena orang yang membayar maupun yang menerima suap tidak dihukum.
.
Ada 2 hal utama yang membuat korupsi terus merajalela dan berkembang: (1) sikap mementingkan diri, (2) ketamakan. Orang-orang yang korup cenderung tutup mata terhadap akibat perbuatannya, dengan sengaja bersikap tidak peduli terhadap penderitaan orang lain, dan membenarkan korupsi semata-mata karena mereka mendapatkan keuntungan dari perbuatannya. Semakin banyak keuntungan materi yang mereka timbun, semakin tamaklah para koruptor ini (pola pikir materialistik).

Belum lagi pola hukum yang ditinggalkan oleh penjajah Belanda yang memihak oknum-oknum pelaku korupsi (mengingat dulu merekalah pelaku tindakan tersebut). Pola hukum yang amburadul baik dari sisi sistem penegakan maupun para penegaknya sangat menguntungkan bagi para koruptor di Indonesia. Budaya korupsi pun kian subur.

Kondisi diperparah dengan lembeknya hukuman bagi para koruptor. Korupsi miliyaran sampai triliunan dan hanya dihukum beberapa tahun saja? Lembeknya hukum menyebabkan pandangan masyarakat mengenai pentingnya kejujuran memudar. Akhirnya masyarakat memandang bahwa melakukan korupsi itu menguntungkan karena walaupun tertangkap hukumannya ringan dan selanjutnya dapat kembali melanjutkan hidup nyamannya.

Bagaimana Korupsi Mewabah?

Sebagai patologi sosial, korupsi akan mewabah dengan 2 cara:
  1. Secara kultural.

Individu mempunyai peranan dalam proses mempengaruhi lingkungan sosial yang selanjutnya lingkungan sosial akan mempengaruhi individu lain.

Jika individu yang berinteraksi dengan individu lain dalam komunitas, dimana individu tersebut mengalami kecanduan materi, maka interaksi tersebut mengakibatkan self organizing. Yaitu suatu kondisi dimana individu menyesuaikan dengan perilaku oleh orang lain dalam komunitas tersebut. Bisa dikatakan bahwa self organizingini merupakan awal pijakan adanya konfirmitas individu terhadap kelompok atau anggota kelompoknya. Hal ini pulalah yang menyebabkan wabah kecanduan materi berkembang dari individu (mikrosistem) ke komunitas yang lebih luas (makrosistem). Inilah yang disebut sebagai kecanduan materi sebagai ’virus’ yang menyebarkan penyakit korupsi.

     2.   Secara struktural (struktur organisasi suatu bangsa dan negara yang dikelola oleh pemerintah).

Pengelolaannya ini diwujudkan dalam aturan-aturan atau birokrasi untuk tatanan masyarakat. Perilaku korupsi yang dimunculkan oleh kecanduan materi jika ditinjau dari sumber penyebab struktural adalah adanya contoh birokrasi yang berbelit atau sengaja dibuat berbelit untuk membuka peluang adanya korupsi-manipulasi. Rupanya struktural (baca: pemerintah) perlu menyadari adanya peluang birokrasi sebagai wadah menyalurkan ketagihan terhadap material. Adanya penyalahgunaan kekuasaan untuk pelaksanaan tender pengadaan, mekanisme birokrasi yang obesitas dalam mengurus kepentingan publik, ataupun pungutan-pungutan liar menunjukkan peluang untuk oknum-oknum aparat pemerintahan merasakan ketagihan materi. Praktek mafia birokrasi ini yang menyebabkan ’virus’ korupsi semakin merajalela.

“Ada Uang, Urusan Lancar”


Dewasa ini, segala sesuatu selalu dihargai dengan materi yang menyebabkan meningkatnya jiwa materialistis masyarakat. Semboyan pelayanan yang umum ini menyebabkan individu semakin terbius dengan kenikmatan-kenikmatan materi. Memang pada hakikatnya, individu mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan materialnya dalam mempertahankan hidup. Segala kebutuhan primer, sekunder hingga tersier membutuhkan materi untuk memenuhinya. Kondisi ini yang membuat manusia secara tidak sadar menghargai segala sesuatu dengan materi. Materi inilah yang membuat individu terlena dengan pemenuhan segala kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan. Pada akhirnya, bagaikan obat bius yang menyebabkan ketagihan maka individu sesungguhnya sudah masuk dalam jeratan kecanduan materi. Siapa yang patut disalahkan? Dalam hal ini, kita sebagai anggota masyarakat yang membiasakan individu lain merasakan kenikmatan material akan menjerumuskan individu bahkan akhirnya komunitas masyarakat dalam kecanduan materi (material addicted). Meskipun tiada kita pungkiri bahwa setiap manusia menginginkan adanya kemudahan dan kelancaran dalam urusannya tanpa birokrasi yang berbelit atau sengaja dibuat berbelit.


Referensi:
Sedarlah!



UNTUNG-RUGINYA MENALANGI (MEM-BAILOUT) BANK CENTURY

Progres kasus dana talangan (bail out) untuk Bank Century hingga kini masih membuat baik para ekonom handal sampai masyarakat awam menjadi ‘gerah’. Benang merahnya masih sama:
Kasus Bank Century adalah ibarat merawat orang sakit yang sudah mencapai stadium akhir dengan harapan untuk selamat sangat kecil.
Opsi urgent yang harus diambil adalah antara ‘selamatkan’ atau tutup. Dan dalam hal ini aksi heroik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atas rekomendasi dari Bank Indonesia untuk mem-bail out dalam rangka menyelamatkan bank ini menuai berbagai pro dan kontra. Ada pihak yang menyatakan ‘untung’, yang lain menyatakan ‘rugi’ jika menalangi bank Century.

Penyelamatan Century: PRO dan KONTRA

PRO: Kebijakan bail out Bank Century memang sudah tepat.
Pendapat tersebut didasarkan pada teori-teori ekonomi yang telah diterapkan pada kasus Bank Century, yang intinya bahwa apabila Bank Century tidak segera diselamatkan akan berdampak sistemik bagi dunia perbankan Indonesia.
Lagipula, para ekonom dengan asumsi-asumsinya menyatakan bahwa skenario penyelamatan bisa jadi yang paling murah ongkosnya, sedangkan biaya penutupan bisa lebih mahal (diperkirakan lebih dari Rp 5 triliun). Berikut beberapa pihak yang menyetujui dan turut terlibat dalam pengucuran dana talangan ini:
  •         Bank Indonesia

"Meski tetap terjadi perbedaan pendapat soal Century bersifat sistemik atau tidak, namun beberapa hal yang mengemuka dalam diskusi itu," kata Tony Prasetiantono, dalam rilisnya ke Persda. Menurut dia bail out Bank Century sudah benar sebab kalau tidak negara akan rugi Rp 30 triliun. "Jika penutupan dilakukan, kerugian bisa mencapai Rp 30 triliun, karena efek menular. Saya menggarisbawahi bahwa tidak mungkin krisis Century dapat dilalui tanpa kerugian. Kerugian pasti terjadi. Jadi, jangan harap nanti jika Bank Century dijual akan menghasilkan recovery rate 100 persen atau bahkan untung. Ini adalah wishful thinking yang tidak realistis," katanya.
(Kompas.com — “Century Tidak Disuntik, Negara Bakal Rugi Rp 30 T”)
  • Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

BPK sebagai badan yang bekerja secara independen tidak mau terjebak pada hipotesis-hipotesis pihak-pihak tertentu yang mencurigai talangan dana ini. Menurut anggota BPK, Hasan Bisri, banyak yang berpendapat keliru mengenai dana talangan tersebut. Ia menjelaskan, “Seolah-olah, dana tersebut seperti air dalam gentong yang dituangkan keluar. Banyak nasabah yang menyimpan dananya dalam deposito atau tabungan, akan tetapi tidak bisa diambil karena banknya krisis. Dana nasabah itu baru bisa diambil setelah pemerintah dan Bank Indonesia mengucurkan dana talangan”.
(Kompas.com — “Banyak yang Tidak Paham Dana Talangan”)
  •  Sri Mulyani maupun DPR

Ketika Bank Indonesia (Boediono) mengatakan penutupan Bank Century akan menyebabkan dampak sistemik, Menkeu Sri Mulyani maupun DPR setuju untuk menyelamatkan dan menyehatkan kembali Century. Waktu itu, tujuan penyehatannya adalah agar bank tersebut tidak berpengaruh secara sistemik terhadap perekonomian apabila bank tersebut dinilai gagal dan dilikuidasi BI dan pemerintah. Masyarakat Indonesia berharap, semoga sebagai pejabat publik, Sri Mulyani menyadari risiko dan konsekuensi yang harus dipikulnya akibat keputusannya menyehatkan Bank Century.
(Kompas.com — “Boediono, Sri Mulyani, dan Lothario Karya Multatuli”)

Dari komentar pihak-pihak yang Pro dalam pengucuran dana talangan, saya banyak menemukan alasan “ jika Bail out tidak dilakukan dan Bank Century ditutup, ini akan menyebabkan dampak sistemik”. Menurut Undang-undang (BI dan LPS), pengertian dampak sistemik adalah kegagalan suatu bank yang akan berpengaruh secara berantai terhadap perbankan nasional secara khusus dan sistem keuangan bangsa secara umum, yang pada gilirannya berpotensi memicu krisis ekonomi.

Pengamat ekonomi dan perbankan, Aviliani, menyatakan bahwa penutupan bank Century memiliki potensi dampak sistemik dalam hal pengaruhnya terhadap bank-bank lain di Indonesia. “Memang dari sisi aset, Century sangat kecil. Tidak akan berpengaruh pada bank lain. Tapi, bila kepercayaan deposan hilang akibat penutupan Century, penarikan uang besar-besaran di bank lain sangat mungkin terjadi.”

KONTRA: Kebijakan bail out kurang tepat, bahkan banyak yang mencurigai kemungkinan terdapatnya unsur-unsur pelanggaran maupun tindak pidana di dalamnya yang bersifat koruptif. Lagipula Bank Century hanyalah bank kecil yang tidak menyimpan dana perbankan nasional yang besar didalamnya. Lebih baik ditutup saja.

Banyak pertanyaan-pertanyaan bergulir mengenai mengapa pemerintah melalui LPS hanya menyelamatkan Century. Sedangkan bank-bank lain yang memiliki kriteria hampir sama (misal Bank Indover, Bank IFI) dibiarkan kolaps dan ditutup.

Dugaan konspirasi juga mudah bergulir. Diduga, Bank Century sengaja diselamatkan agar dana penyelamatan bisa sebagian dialokasikan untuk dana politik. Sebab secara kebetulan, Bank Century diselamatkan pada 21 November 2008 saat para politisi sedang menghimpun segala daya untuk persiapan pemilu legislatif April 2009 dan pemilu presiden Juli 2009.

Selain itu, pihak kontra semakin ‘gerah’ dengan pengucuran talangan yang berasal dari  dana APBN. Kembali pertanyaan lainnya muncul, apa alasannya Century mendapatkan dana sebesar itu. "Harusnya tidak dari APBN, tapi dari LPS selaku pemegang saham Bank Mutiara (nama Bank Century kini). Kalau LPS kekurangan dana, baru APBN menambah modal untuk LPS. Jika langsung dari APBN, ini nanti jadi preseden bagi bailout terhadap bank atau produk keuangan lainnya," kata Dradjad Wibowo selaku Wakil Ketua Umum PAN.

Penyelamatan Century: Untung atau Rugi?

Mengenai kebijakan untuk mem-bail out ini, saya sendiri belum pernah mendengar atau membaca adanya penyampaian analisis “benefit-cost” atau untung-ruginya dari pemerintah.
Pemerintah mengharapkan masyarakat untuk berpikir lebih rasional, dan saya rasa hal itu dapat terealisasi jika saat keputusan bail out diambil, pemerintah menjelaskan dampak apa yang akan terjadi jika di-bail out dan tidak di-bail out.
Tapi setidaknya ada 3 skema mengenai perhitungan sederhana yang bisa menjelaskan untungnya jika Bank Century diselamatkan:
skema untung-rugi penyelamatan century

Analisis: 
Dari ketiga skema itu, penyelamatan Century seharga Rp 6,7 triliun masih lebih murah daripada dua skema lainnya. Masalahnya, masih banyak orang berpikir lain, sesuai imajinasi dan keyakinan masing- masing. Biaya LPS Rp 6,7 triliun, yang mestinya dibandingkan dengan dua skema lain itu, atau dibandingkan dengan aset total sektor perbankan kita Rp 2.400 triliun dan kini dalam keadaan stabil, atau dana masyarakat di bank Rp 1.800 triliun, tetap saja dituding mahal. Jika angka ini dibandingkan dengan berapa nasi bungkus yang bisa dibeli untuk penduduk miskin, menjadi amat fantastis dan dramatis.
Sebenarnya perbandingan tersebut tidak ada metodologinya, tidak ilmiah, dan tidak sistematis. Seharusnya, pembandingnya adalah aset dan dana masyarakat di sektor perbankan yang berhasil diamankan stabilitasnya. Dengan Rp 6,7 triliun, dana masyarakat di seluruh bank di Indonesia sebesar Rp 1.800 triliun dicegah dari kepanikan dan kebangkrutan.

Nah, sungguh disayangkan lemahnya pengawasan bank menyebabkan adanya bank yang menyimpang dalam pengelolaan dananya yang akhirnya berpotensi merugikan keuangan negara. Semoga gulungan “bola salju” Century ini cepat dapat diselesaikan.

Referensi:

Tuesday, May 28, 2013

HUBUNGAN ANTARA HUKUM, EKONOMI, DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

Pada bahasan “Wajah Hukum Ekonomi Indonesia” telah dibahas mengenai pengertian hukum dan ekonomi secara singkat dan jelas. Untuk itu, sekarang kita akan membahas pengertian kesejahteraan dan bagaimana hukum dan ekonomi berhubungan dengan kesejahteraan rakyat.

Apa Kesejahteraan Itu?
Dalam artian umum, masyarakat sejahtera adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan masyarakat baik materil maupun spiritual yang diliputi oleh rasa takut, keselamatan kesusilaan dan ketentraman lahir dan batin yang memungkinkan bagi setiap masyarakat untuk mengadakan usaha penemuan kebutuhan-kebutuhan jasmani dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjungjung tinggi hak asasi serta kewajiban manusia.

Dalam artian ekonomi, kesejahteraan memiliki arti khusus resmi atau teknikal yang berhubungan dengan keuntungan benda. Kegiatan ekonomi bisa mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kegiatan ekonomi yang tidak terlepas dari pasar pada dasarnya mementingkan keuntungan pelaku ekonomi dari pasar tersebut.
           
Bagaimana Hubungan Antara Ekonomi dan Kesejahteraan? (Ekonomi Kesejahteraan)
Keadaan pasar yang begitu kompetitif untuk mencari keuntungan, barangkali salah satu penghambat untuk menuju kesejahteraan. Kompetitif dalam pasar merupakan hal yang sangat wajar, karena persaingan menjadi sesuatu yang wajib dalam mekanisme pasar. 

Kompetitif dalam pasar merupakan hal yang sangat wajar, karena persaingan menjadi sesuatu yang wajib dalam mekanisme pasar. Tetapi, kompetisi dalam pasar juga bisa menimbulkan dampak negatif untuk terwujudnya ekonomi kesejahteraan. Dimana, kompetisi pasar membuat konteks sosial yang harus diperhatikan dalam pencapaian ekonomi kesejahteraan menjadi lebih sulit tercapai. persaingan pasar yang tidak sempurna akan menjauhkan terwujudnya ekonomi untuk kesejahteraan.

Mekanisme pasar sangat penting untuk mewujudkan ekonomi kesejahteraan. Dan kesulitan yang ditemukan adalah bagaimana mewujudkan itu, karena ada ekternalitas dan barang publik yang kemudian harus diperhatikan. Karena ketika pasar tidak berjalan sempurna maka akan semakin sulit pula mewujudkan apa yang diakatakan ekonomi kesejahteraan.

Tetapi, ekonomi memiliki tugas mulia untuk tidak saja berbicara keuntungan secara privat dan pribadi belaka, tetapi juga surplus bagi kesejahteraan banyak orang dalam negara.

Jika dikaitkan dengan ilmu sosial maka kegiatan ekonomi semestinya mengarah pada kesejahteraan. Dengan mengoptimalkan kondisi pasar yang kompetitif, ekonomi kesejahteraan memang seharusnya mensejahterakan rakyat, bukannya malah menghimpit masyarakat kecil yang tidak bisa terlibat langsung dalam mekanisme pasar.

Bagaimana Hubungan Antara Hukum, Ekonomi, dan Kesejahteraan Rakyat?
Hukum memang berhubungan erat dengan ekonomi kesejahteraan karena pada dasarnya hukum mempunyai beberapa peranan dalam pembangunan ekonomi Indonesia, antara lain:
a.       Hukum sebagai pemelihara ketertiban dan keamanan.
b.      Hukum sebagai sarana pembangunan.
c.       Hukum sebagai sarana penegak keadilan.
d.      Hukum sebagai sarana pendidikan masyarakat.

Sejarah perekonomian dunia, memperlihatkan bahwa banyak permasalahan yang mendesak di dunia karena masalah ekonomi. Persoalan-persoalan ekonomi selalu muncul dari penggunaan sumber daya yang langka untuk memuaskan keinginan manusia yang tak terbatas dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya.

Permasalahan ekonomi ini perlu diatur agar pemanfaatan sumber-suber daya yang terbatas dapat berjalan dengan baik dengan prinsip-prinsip keadilan. Hukum merupakan salah satu alat untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, sehingga maksud dan tujuan hukum untuk mensejahterakan rakyat dapat terlaksana. Dan ekonomi kesejahteraan sendiri tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya instrumen yang disebut sebagai hukum untuk mengatur sistem ekonomi kesejahteraan.

Pelaksanaan hukum ekonomi sendiri perlu terus diawasi sehingga tidak menimbulkan distorsi tetapi justru dapat meningkatkan perekonomian itu sendiri. Dan ini memerlukan peranan yang aktif baik oleh pemerintah sendiri maupun oleh warga negaranya. Seperti contoh : Otonomi daerah yang bila dilaksanakan dengan baik dapat memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk berinovasi bagi kesejahteraan daerahnya bukan untuk menonjolkan sisi kedaerahannya masing-masing. Komitmen dan institusi pengawasan yang baik juga perlu dikembangkan agar penegakan hukum dapat berlaku baik bagi masyarakat maupun aparat hukum itu sendiri.

Kesimpulan:
Hukum pada intinya bersifat memaksa dan mengatur terhadap subyek hukum, yaitu manusia yang bertempat tinggal diwilayah hukum tersebut. Sifat memaksa dan mengatur sangat diperlukan dalam penegakan hukum. Dalam bidang ekonomi hal tersebut sangat dibutuhkan pula, mengingat kegiatan ekonomi merupakan hal yang krusial dan bersinggungan dengan kesejahteraan individu maupun bangsa. Dapat kita bayangkan apabila semua kegiatan ekonomi tidak diatur atau dilindungi oleh hukum, maka segala transaksi, perjanjian atau jual beli dapat dilakukan secara illegal hal tersebut banyak merugikan setiap individu. Hasilnya? Kesejahteraan rakyat akan mustahil diwujudkan.






Referensi: